Foto : Koleksi Franz J.B.
Meskipun
berperawakan kerdil, unggas ini pantang minder. Ia senang bergaya
petentang-petenteng dan tak ragu berkokok lantang. Serama diklaim
sebagai ras ayam terkecil di dunia.
Anggapan bahwa kate adalah berperawakan kerdil, unggas ini pantang minder. Ia senang bergaya
petentang-petenteng dan tak ragu berkokok lantang. Serama diklaim
sebagai ras ayam terkecil di dunia.
jenis ayam terkecil nampaknya sudah kedaluarsa dan tak berlaku lagi.
Sekarang ada serama. Ras ayam terkecil di dunia. Kian mungil ukuran
badannya semakin bagus kualitasnya. Bobot serama tak lebih dari 500
gram. Ukuran badannya hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa.
Meski berbadan cebol, ia bukan ayam murahan. Serama berkualitas bisa
diboyong jika Anda sanggup meminangnya dengan uang sebesar Rp 25 juta –
Rp 30 juta. Mutu serama ditentukan oleh bobot badan yang ringan, bentuk
leher menyerupai huruf S, kepala tertarik jauh kearah belakang, Sayap
menjuntai tegak lurus ke bawah, dan ekor pedang panjang serta berdiri
tegak. Ciri fisik seperti itu membuat ayam serama berpenampilan tegap
menyerupai prajurit yang sedang berbaris.
Sri Rama ala Malaysia
Serama merupakan mahluk hasil kreatifitas Wee Yean Een seorang “penghulu
ayam” dari Negeri Jiran. Pada tahun 1971 ia menyilangkan ayam Kapan
alias kate kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam.
Ayam kapan ia pilih lantaran memiliki sayap menjuntai lurus ke bawah.
Sedangkan Modern Game Bantam memiliki postur badan tegap, leher panjang
dan tertarik ke belakang menyerupai huruf S. Pada tahun 1973 Wee Yean
Een menyilangkan keturunan pertama hasil perkawina antar ayam kapan dan
Modern Game Bantam dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams). Perkawinan
tersebut akhirnya melahirkan ayam sutera berpostur badan kecil. Wee
Yean Een nampaknya masih tidak puas dengan hasil persilangan tersebut.
Penghulu ayam itu lalu menjodohkan keturunan ke dua tersebut dengan kate
jepang. Ayam ini punya warna bulu indah serta bentuk ekor berdiri
tegak. Pada tahun 1988 mak comblang ayam itu akhirnya berhasil mencetak
ayam kate dengan bobot kurang dari 500 gr.
Wee Yean Een lantas memberi nama “Serama” kepada ayam berbadan mikro
itu. Julukan tersebut ia berikan lantaran ayam hasil kreasinya itu
memiliki gaya dan penampilan gagah layaknya Sri Rama tokoh pewayangan
dalam kisah Ramayana. Lidah Wee Yean Een menyebut Sri Rama berubah
menjadi berlafal serama.
Ayam serama dipublikasikan pada tahun 1990 melalui kontes pertama yang
diselenggarakan di Perlis. Dalam perlombaan Wee Yean Een tampil sebagai
salah satu juri. Selain di Malaysia kontes ayam serama juga banyak
digelar di Thailand. Di Indonesia Serama mulai dipertandingkan pada
tahun 2004 di Ancol, Jakarta. Penggemar ayam serama berkumpul dalam
sebuah wadah bernaman Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI).
Ayam Pendek Bernafsu Tinggi
Cara merawat serama tidak sulit dan tak berbelit-belit. Kebutuhan
hidupnya sama seperti ayam buras. Menurut pengakuan Ir. Rudiasfie
Sjofinal peternak ayam serama di Jakarta ayam cebol ini memang sedikit
sukar dikembang-biakkan. Ukuran kakinya pendek menyebabkan pejantan
sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses
percintaan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.
Rudi sering membantu ayam pejantan nangkring di atas ayam betina. Teknik
pengawinan ini dilakukan dengan cara memegang ayam betina lalu
menyodorkanya ke depan pejantan. Syaratnya, kedua mempelai harus
benar-benar sudah siap kawin. Induk betina siap dipinang pada berusia 5 –
6 bulan. Serama betina seperti itu biasanya berperilaku jongkok jika
dipegang punggungnya. Sedangkan usia subur pejantan berkisar pada umur 4
hingga 5 bulan.
Rudi juga menerapkan teknik kawin gilir. Dalam metode ini ayam betina
dipaksa melayani 3 ekor pejantan. Penggiliran dilakukan secara berselang
sekitar 2 – 3 jam. Melalui cara perkawinan seperti itu diharapkan
peluang keberhasilan bisa diperbesar.
Meski ukuran tubuhnya kecil, serama termasuk jenis ayam bernafsu birahi
tinggi. Ia tak gentar dan tak segan-segan jatuh cintrong kepada ayam
berbadan lebih gede. Menurut Johan, peternak ayam dari Bekasi, serama
mulai belajar kawin ketika berusia 3 bulan. Pejantan muda sehat harus
bisa menyalurkan hasrat bercintanya sebanyak 6 – 8 kali setiap hari.
Nafsu birahi serama memuncak ketika cuaca mendung, atau pagi dan sore
hari.
Kesuburan ayam serama sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Cuaca
terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina menghasilkan telur.
Sebab sebagian besar pakan digunakan untuk produksi energi guna
mempertahankan panas badan. Jadi, ayam serama yang dipelihara di daerah
dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi.
Semisal jagung.
Sebagai hidangan tambahan, Rudi selalu menyuguhkan menu tambahan berupa
jangkrik, dan tauge kepada ayam-ayamnya. Setiap seminggu sekali Rudi
juga memberi ayamnya vitamin E.
Cara praktis yang lain dilakukan oleh Albert Tan Swee Guan peternak ayam
serama asal Selangor, Malaysia. Ia tak pernah memberi menu tambahan
aneh-aneh kepada ayam peliharaannya. Menurut pria berkacamata tersebut,
pakan ayam petelur saja sudah cukup. Pabrik sudah meracik pakan tersebut
sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan
ayam. Albert selalu memberi pakan 2 kali dalam sehari kepada ayamnya.
Yaitu di pagi hari dan malam hari sekitar pukul 8. “Itu Chiken feed
sudah dikaji sesuai untuk ayam, jadi you tak payah bagi apa-apa
lagi,”terang pria tersebut dengan logat melayu.
Telur gagal menetas termasuk salah satu hambatan budidaya ayam serama.
Dua kunci penting yang tak boleh dilupakan saat menetaskan telur ayam
serama yaitu suhu dan kelembapan. Suhu penetasan tidak boleh melebihi
atau kurang dari 37,5°C – 38°C. Kelembapan harus selalu disesuaikan
dengan usia telur. Minggu pertama hingga minggu ke dua kelembapan diatur
pada kisaran 65% – 70%. 2 – 3 hari menjelang menetas, kelembapan harus
ditambah hingga kisaran 95% – 100%. Derajat kelembaban bisa diukur
dengan Hygro meter. Piranti ini biasanya sudah ada pada alat penetas.
Kondisi udara terlalu kering membikin kulit telur jadi keras. Akibatnya
anak ayam kesulitan memecah cangkang telur. Kalau sudah seperti itu,
anak ayam bisa mati lemas gara-gara tidak bisa bernafas.
Di arena lomba, ayam serama dapat tampil prima jika birahinya sedang
memuncak. Oleh karena itu, seminggu sebelum ikut kotes ia tidak boleh
melihat lawan jenisnya. Jadi taruhlah serama Anda di tempat yang
terisolir. Umumnya nafsu birahi serama memuncak pada usia 4 – 6 bulan.
Bulu ayam serama yang terlalu sering kawin sering rusak. Sewaktu
bercumbu serama betina gemar mematok bulu leher sang pacar. Alhasil bulu
wiring itu banyak yang copot sehingga serama jantan jadi botak. Hal itu
bisa dicegah dengan jalan melarang serama jantan berpacaran sebelum
meraih prestasi.
Selain tidak boleh kawin, ayam serama unggulan juga tak boleh terlalu
gaul. Ia dilarang terlalu sering bermain di halaman alias diumbar.
Menurut Gusti M. Taufik, ayam yang kerap diumbar akan mandi pasir atau
kipu. Nah, hal itulah yang memicu bulu jadi acak-acakan, patah, dan
warnanya kusam. Mandi pasir juga bisa bikin sisik kaki copot dan patah.
Yang lebih berbahaya lagi, dikawatirkan ayam akan memakan benda-benda
berbahaya. Semisal pecahan kaca, dan karet. “Ayam saya pernah mendadak
lemas. Lantas setelah saya potong ternyata di dalam temboloknya ada
belingnya,” sahut Rudi salah satu pelopor ayam serama di Negeri ini.
Ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima di
atas panggung. Ia tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung.
Jadi ayam cebol ini harus tak jemu-jemu bergaya dan berkokok lantang di
atas cat walk.
Cara melatih mental serama tidak susah. Sekitar 2 – 3 minggu sebelum
kontes dia harus dibiasakan dengan panggung berkarpet. Basahi ayam
mungil itu dengan sepotong lap. Setelah itu, taruhlah di atas meja yang
diberi karpet berwarna hijau. Mengapa harus karpet berwarna hijau?
Pasalnya benda tersebut sering dikira rumput. Jadi kalau ketika latihan
ia sering tertipu oleh karpet hijau, diharapkan saat di panggung lomba
ia ogah mematok-matok karpet lagi. Biar serama tidak kabur, tutuplah
dengan kurungan. Setelah itu posisikan meja latihan di tempat yang
panas.
Seusai dijemur ayam tidak boleh langsung diberi minum. Kalau hal itu
dilanggar, ayam bisa diterjang penyakit ngorok. Wajahnya yang cerah
mendadak berubah jadi pucat pasi. Taruhlah terlebih dulu ayam yang usai
dijemur di tempat teduh selama 15 – 30 menit. Nah, setelah itu ayam baru
boleh menegak segelas air segar.
Serama wajip menyantap porsi pakan pas dengan menu extra gizi. Vitamin
E, Pospor dan Calsium sangat penting untuk merawat kecantikan bulu.
Vitamin E banyak terkandung dalam minyak ikan. Sedangkan Calsium dan
Pospor banyak terdapat dalam sotong alias kulit cumi. Extra fooding
tersebut musti disuguhkan setiap hari.
Soal menu pakan serama, Rudi punya resep jitu yang layak ditiru. Setiap
pagi ia selalu memberikan minuman bercampur Enervon C kepada seramanya.
Ramuan tersebut harus habis sekali minum serta tidak boleh terkena terik
matahari. Sebab, khasiatnya bisa hilang. Menu sarat gizi lain yang ia
suguhkan yaitu 3 ekor jangkrik dan kroto. Jagung tidak boleh dihidangkan
secara berlebihan. Sebab serama yang terlalu banyak menyantap jagung
bisa cepat mengalami rontok bulu.
Selain penampilan menarik, serama juga harus memiliki bobot badan
seringan mungkin. Jadi, diet harus diawasi secara ketat. Hindari
pemberian pakan yang banyak mengandung lemak. 3 hari menjelang lomba,
ayam serama disuguh beras merah atau gabah. Porsinya cukup 2 – 3 sendok
makan saja. Menu itu diberikan 2 kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan
sore hari.
Resep lain dimiliki Ajong penangkar ayam serama di bilangan Pulo Mas,
Jakarta. Sebulan menjelang kontes serama hanya diberi pakan berupa gabah
mini. Menu itu disodorkan dua kali sehari. Yaitu di pagi dan di sore
hari.
Supaya bulu serama semakin nampak kinclong, ayam harus rajin berjemur.
Acara mandi sinar matahari dilakukan mulai pukul 8 hingga pukul 10 pagi.
Sebelum dijemur sebaiknya ayam dimandikan terlebih dulu. Bahkan kalau
perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramasi dengan shampo. Kegiatan ini
harus dilakukan pada saat cuaca cerah. Seusai karmas, ayam segera
dihanduki dan dijemur.
Manipulasi kecantikan ternyata tidak diharamkan di dunia hobi ayam
serama. Supaya tampil elok di panggung, banyak serama yang menjalani
perawatan kecantikan. Semisal meluruskan bulu pedang (bulu ekor
terpanjang) dengan cara diolesi air jeruk nipis, operasi plastik untuk
merapikan jengger, serta merapikan bulu sayap.
Urakan karena haus cinta
Serama yang tak pernah kawin sering menderita kelainan perilaku seksual
Kondisi seperti itu banyak diderita oleh serama mantan jawara. .
Waspadai dan latihlah ayam tersebut kawin dengan cara sopan dan benar.
Di dunia perseramaan calon kontesan pantang kawin sebelum menang. Ayam
cebol itu dipingit dan dilarang berpacara lebih dulu. Mereka digembleng
serta musti rajin berlatih berpose di atas panggung.
Ketika ayam kerdil telah pensiun dari arena lomba dan hendak dikawinkan,
pehobi baru bisa menemui akibat yang muncul karena ayam selalu
dipingit. Semisal ayam menjadi terlalu bersemangat kawin. Ada juga yang
terlalu cuek tak menggubris godaan serama betina.
Meskipun seekor ayam serama yang Anda pelihara hendak mengikuti lomba,
bukan berarti serama tersebut tidak boleh kawin. Proses perkawinan
dilakukan secara terjadwal dan tidak boleh terlalu sering. Ayam yang
terlalu sering kawin bisa mengalami kerusakan bulu. Jika Anda tidak
menginginkan bulu ayam jadi acak-acakan gara-gara kawin, taruhlah ayam
tersebut dalam kandang umbaran beralas rumput.
Seekor serama mantan juara harus dikawinkan secara berhati-hati. Sebab
jika hal ini dilakukan secara serampangan, keselamatan ayam betina bisa
terancam. Menurut pengalaman Gusti M. Taufik, ayam serama yang belum
pernah dikawinkan memiliki nafsu birahi yang luar biasa. Jika ayam cebol
berkelamin jantan ini langsung dikawinkan tanpa perkenalan dan
pemanasan lebih dulu, bisa menyebabkan ayam betina babak belur bahkan
jiwanya melayang.
Tips dan trik melatih serama kawin yang sudah lama dipraktekkan Taufik
layak ditiru. Nafsu birahi berlebihan dari ayam serama bisa diredakan
dengan jalan memandikannya setiap pagi. Selain itu, berbagai menu yang
bisa membangkitkan gariah kawin juga harus dikurangi. Pakan seperti itu
umumnya mengandung protein dalam jumlah tinggi. Semisal pur, minyak ikan
dan jagung.
Cara lain yang dilakukan oleh Taufik untuk mencegah perilaku seksual
ayam serama yang brutal yaitu dengan jalan merangsang nafsu birahi
pejantan dengan tangan. Langkah ini dilakukan sebelum pejantan
dikawinkan. Umumnya serama jantan yang sedang ngebet kawin akan mengejar
tangan setiap orang yang mendekatinya. “Tangan saya sering dikira ayam
betina. Ayam pejantan tersebut langsung nangkring di atas tangan. Lantas
cairan sperma berceceran di lengan saya,”jelas Taufik ketika ditemui di
kediaman Rudi pelung.
Lakukanlah metode itu pada waktu pagi atau sore hari. Biarkan serama
jantan melampiaskan nafsu birahinya di atas tangan Anda. Setelah itu
beri waktu sekitar 10 – 15 menit untuk beristirahat, kemudian rangsang
kembali ayam jantan tadi. Setelah menjalani 2 – 3 kali rangsangan
buatan, serama jantan baru boleh kawin. Nah, cara tersebut bisa membuat
serama jantan menjadi lebih mesra saat mengajak bercinta sang Betina.
Metode lain yang dilakukan oleh Taufik untuk melatih ayam serama kawin
yaitu dengan jalan menaruh kedua ayam yang akan dijodohkan dalam kandang
terpisah. Sangkar calon mempelai itu tidak boleh terlalu berdekatan
dulu. Setelah perilaku ayam jantan nampak tidak ugal-ugalan lagi,
sangkar itu baru boleh didekatkan. Nah, mereka baru bisa dicampur jika
sudah nampak akur.
Korban jiwa bisa dicegah dengan jalan menjodohkan ayam serama jomblo
dengan serama betina siap kiawin. Umumnya ayam betina siap kawin
ditandai dengan perilaku jongkok sewaktu dipegan punggungnya. Induk
betina seperti itu tidak terlalu banyak cing-cong dan pasrah ketika
diajak bercinta. Jika Anda masih khawatir dengan perilaku urakan serama
jantan, pegang induk betina lalu sodorkan berlahan-lahan ke depan serama
jantan. Teknik kawin paksa seperti ini disebut sebagai kawin dodokan.
Lain halnya dengan Hengki Kumis, hobiis ayam serama di Jakarta,
menurutnya ayam serama yang tidak pernah dikawinkan sejak kecil bisa
menderita penurunan gairah seksual. Ayam seperti ini tidak akan mudah
tertarik dengan lawan jenisnya. Bahkan ketika dicampur, tanpa basa-basi
ia langsung menghajar serama betina secara membabi-buta.
Ayam loyo bisa dirangsang dengan menu kaya protein dan mengandung bahan
penghangat badan. Semisal kecambah, vitamin E dan Jahe. “Biar hangat
jahe disuguhkan setiap malam. Dosisnya cukup sebesar kelingking jari
saja. Tauge dihidangkan pada siang hari,” terang Hengki.
Pejantan serama yang loyo juga harus dibiasakan bergaul dengan serama
betina. Campurlah mereka dalam sebuah kandang umbaran berukuran 1,5 m x 3
m. Tiap kamar dihuni 1 pejantan dan 2 – 3 ekor betina. Kira-kira dua
minggu kemudian, serama jantan tadi sudah “gaul” dan senang mejeng.
Itulah tadi sedikit Foto Ayam Kate Serama Dan Cara Merawatnya semoga dapat bermanfaat





ok penjelasannya ,jdi cpt ngerti cara memelihara ayam serama
BalasHapusooh , begitu ya mas,,
BalasHapustp itu ayam katenya gagah bener ya ,, badannya tegak banget ,, hehe
aku punya ayam kate serama mau dijual ada dua jantan mau aku jual silahkan hubungi saya di 02659071717
BalasHapus